Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan

NTB JADI TUAN RUMAH FLS2N 2012


BTKP – Provinsi NTB terpilih menjadi tuan rumah pelaksanaan Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) ke-5 tanggal 17-23 juni 2012 mendatang. Tidak tanggung-tanggung sebanyak 4.180 orang siswa dari seluruh Indonesia ikut ambil bagian.

”Ini adalah kali pertama event digelar di luar pulau Jawa dan NTB diberikan kepercayaan menjadi tuan rumah. Oleh karena itu kita sebagai tuan rumah harus mensukseskan acara ini,”kata Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) NTB, Drs. H. L. Syafi’i, MM, Selasa (29/5).

Ia mengungkapkan, terpilihnya NTB sebagai tuan rumah berdasarkan beberapa factor, salah satunya NTB berhasil menggelar event-event berskala international, seperti Olimpiade Fisika Dunia (WoPhO).

“Event nasional tersebut direncanakan akan dibuka Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), H. Moh. Nuh. Dan diperkirakan jumlah peserta yang akan mengikuti ajang nasional itu mencapai 4.180 orang,”terangnya.

Selain itu, NTB dinilai daerah yang memiliki obyek-obyek wisata menarik untuk dikunjungi. Terlebih, lagi tahun ini, merupakan tahun kunjungan bagi NTB dalam program Visit Lombok Sumbawa (VLS) 2012.

Ia menyebutkan, FLS2N akan melombakan tujuh jenis Seni, yaitu Cipta dan Baca Puisi, Menyanyi Solo, Membaca Al Qur’an, Desain Poster, Kriya/Kerajinan, Tari Kreasi Berpasangan, Drama.

Kesiapan NTB sebagai pelaksana, Safi'i pihaknya melakukan rapat koordinasi dengan semua pihak untuk mensukseskan penyelenggaraan FLS2N. Bahkan, ia menyampaiakan kalau persiapan NTB sebagi tuan rumah sudah siap. Tidak hanya itu, NTB sebagai tuan rumah bertekad menjadi juara dalam ajang unjuk gigi para siswa SMA di bidang seni itu.

Lebih lanjut, orang nomor satu di jajaran Dikpora NTB itu, mengatakan bahwa tujuan dilaksanakan FLS2N ini, adalah untuk memfasilitasi dan memotivasi siswa yang mempunyai bakat di bidang Seni, sehingga para siswa dapat meningkatkan skill dan kemampuan mereka sesuai dengan bidang Seni yang dimilikinya.

“Sekaligus kegitan ini juga membentuk sikap/karakter siswa yang mempunyai kehidupan dengan rasa aman, jujur, disiplin, sportivitas, penuh kreatifitas dan rasa persahabatan,”ujar Safi'i.

Rencana lokasi FLS2N tahun ini akan difocuskan di hotel dan Taman Budaya Mataram.
source : http://www.ntbterkini.com

Pendidikan antara Akademik dan Bisnis


SMPTN  segera digelar masing-masing PT baik negeri maupun swasta berlomba-lomba mengiklankan kelebihan-kelebihan serta prestasi dari masing-masing PT.  Munculnya berbagai cara yang mengarah pada pelanggaran etika akademik yang dilakukan perguruan tinggi kita untuk memenangkan persaingan, menunjukkan bahwa pendidikan kini cenderung dipakai sebagai ajang bisnis. Pola promosi yang memberikan kemudahan dan iming-iming hadiah merupakan suatu gambaran bahwa perguruan tinggi tersebut tidak ada inovasi dalam hal kualitas pendidikan. Kecenderungan tersebut akan menghancurkan dunia pendidikan, karena akhirnya masyarakat bukan kuliah untuk meningkatkan kualitas diri, melainkan hanya mengejar gelar untuk prestise. Kondisi pendidikan tinggi saat ini cukup memprihatinkan. Ada PTS yang mengabaikan proses pendidikan. Bahkan ada PTS yang hanya menjadi mesin pencetak uang, bukan menghasilkan lulusan yang berkualitas. Hal Ini yang membuat persaingan menjadi semakin tidak sehat.

Produk lulusan perguruan tinggi yang proses pendidikannya asal-asalan dan bahkan akal-akalan, juga cenderung menghalalkan segala cara untuk merekrut calon mahasiswa sebanyak-banyaknya, dengan promosi yang terkadang menjebak dengan iming-iming hadiah yang menggiurkan. Apakah ini gambaran pendidikan berkualitas ?. Bahkan ada beberapa PTS  yang memainkan range nilai untuk meluluskan mahasiswanya, karena mereka takut, ketika selesai ujian akhir (UTS/UAS) banyak mahasiswanya yang tidak lulus alias IP/IPK nasakom. Sehingga mereka lulus dengan angka pas-pasan yang sebenarnya mahasiswa tersebut tidak lulus. Dalam hal ini semua pihak harus melakukan introspeksi untuk bisa memberi pelayanan pendidikan yang berkualitas. Kopertis, harus bersikap tegas menindak Perguruan Tinggi Swasta (PTS) yang melanggar dan mensosialisasikan aturan yang tak boleh dilanggar oleh PTS. Pengelola perguruan tinggi juga harus menghentikan semua langkah yang melanggar aturan. Kunci pengawasan itu ada secara bertahap di tangan Ketua Program Studi, Direktur, Dekan, Rektor dan Ketua Yayasan. (Tata Sutabri S.Kom,MM)